Pernah mendengar suara “meletup” dari lantai, lalu mendapati keramik atau granit tiba-tiba terangkat dan pecah? Kondisi ini dikenal sebagai popping, yaitu kegagalan pemasangan ubin yang dapat terjadi ketika tekanan pada sistem lantai tidak dapat tersalurkan dengan baik.
Popping tidak selalu disebabkan oleh kualitas keramik. Pemilihan perekat, teknik pemasangan, kondisi substrat, hingga jarak nat turut menentukan ketahanan lantai. Karena itu, penggunaan perekat lantai atau ubin yang sesuai menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan risiko keramik terlepas, kopong, maupun popping.
Apa Penyebab Keramik Mengalami Popping?
Salah satu penyebabnya adalah pergerakan akibat muai dan susut. Perubahan suhu membuat keramik mengalami pemuaian dan penyusutan. Jika ubin dipasang terlalu rapat tanpa ruang gerak yang memadai, tekanan dapat terakumulasi dan mendorong keramik ke atas.
Penyebab lainnya adalah perekat yang tidak sesuai dengan jenis ubin. Granit dan homogeneous tile memiliki permukaan yang padat dengan pori-pori kecil sehingga membutuhkan perekat dengan daya rekat tinggi. Penggunaan campuran semen dan pasir biasa berisiko mengalami penyusutan dan kehilangan ikatan dengan material.
Selain itu, teknik pemasangan yang meninggalkan rongga di bawah keramik juga dapat meningkatkan risiko masalah. Perekat yang hanya diaplikasikan pada beberapa titik dapat membuat bagian bawah ubin tidak terisi sempurna. Rongga tersebut dapat menjadi titik lemah dan menyebabkan keramik lebih mudah terlepas.
Bagaimana Memilih Perekat Lantai Anti Popping?
Pilih perekat yang dirancang khusus untuk aplikasi keramik atau granit, bukan sekadar menggunakan adukan semen-pasir. Perekat dengan teknologi polimer dapat memberikan daya rekat dan fleksibilitas yang lebih sesuai untuk menghadapi pergerakan kecil pada substrat.
Untuk ubin berukuran besar, kebutuhan perekat juga semakin spesifik. Material seperti big slab memiliki bidang yang luas dan membutuhkan perekat dengan daya rekat tinggi, fleksibilitas, serta kemampuan menahan ubin agar tidak melorot saat diaplikasikan pada dinding. Gunakan produk dengan standar EN 12004 C2TES1 untuk aplikasi big slab tertentu.
Selain material perekat, teknik aplikasi juga penting. Penggunaan roskam bergerigi dan teknik back buttering dapat membantu menghasilkan lapisan perekat yang lebih merata sehingga mengurangi risiko terbentuknya rongga di bawah ubin. Jarak nat juga perlu diperhatikan agar tersedia ruang untuk mengakomodasi pergerakan ubin.
Rekomendasi Perekat Ubin atau Lantai
Berikut beberapa pilihan perekat yang dapat disesuaikan dengan jenis material dan area pemasangan:
1. ECO-400 Perekat Granit
ECO-400 diformulasikan untuk pemasangan Granite Tile atau Homogeneous Tile dan batu alam pada dinding maupun lantai. Produk ini menggunakan teknologi crosslinking polymer yang memberikan daya rekat tinggi sehingga membantu menghasilkan pemasangan yang kokoh dan mengurangi risiko keramik kopong.
2. ECO-420 Perekat Keramik Dinding dan Lantai
Untuk pemasangan keramik pada area dinding maupun lantai, ECO-420 dapat menjadi pilihan. Formulanya terdiri dari semen, pasir silika pilihan, filler, dan teknologi crosslinking polymer untuk membantu menghasilkan daya rekat yang kuat dan pemasangan yang tahan lama.
3. ECO-460 Perekat Keramik Area Terendam
Untuk area yang memiliki paparan air tinggi seperti kamar mandi, kolam renang, atau basement, gunakan perekat yang memang diformulasikan untuk kondisi tersebut. ECO-460 dirancang untuk aplikasi area terendam dan memiliki fleksibilitas serta daya rekat tinggi berkat teknologi crosslinking polymer.
Pada area shower, perekat sebaiknya menjadi bagian dari sistem perlindungan yang lebih lengkap, bersama waterproofing membrane, keramik, dan nat yang sesuai. Perekat waterproof membantu mempertahankan integritas ikatan dalam kondisi paparan air yang tinggi.
4. ECO-475 Perekat Granit Ukuran Besar
Jika menggunakan granit berukuran besar hingga sekitar 120 cm, ECO-475 dirancang untuk kebutuhan tersebut. Teknologi crosslinking polymer membantu meminimalkan penyusutan dan meningkatkan ikatan antara material dengan substrat. Kondisi substrat yang sesuai juga penting untuk mendapatkan hasil optimal.
5. ECO-480 Perekat Tile-on-Tile
Untuk renovasi tanpa membongkar keramik lama, ECO-480 dirancang untuk aplikasi tile-on-tile. Produk ini dapat membantu proses renovasi lantai maupun dinding menjadi lebih praktis, terutama karena dapat diaplikasikan pada permukaan keramik lama yang relatif halus setelah persiapan yang sesuai.
6. ECO-485 Perekat Big Slab
Untuk granit atau marmer berukuran sangat besar, tersedia ECO-485 yang dirancang untuk aplikasi Big Slab hingga 160 × 320 cm. Produk ini menggunakan teknologi crosslinking polymer dan memiliki standar EN 12004 (C2TES1), dengan sifat non-sagging yang membantu menjaga posisi material saat pemasangan.
Pasang Ubin dengan Perekat yang Tepat
Mencegah popping tidak cukup hanya dengan memilih keramik berkualitas. Perekat, kondisi substrat, teknik pemasangan, dan jarak nat harus dipertimbangkan sebagai satu sistem.
Gunakan perekat yang sesuai dengan jenis ubin dan kondisi area pemasangan. Untuk granit, keramik, area terendam, tile-on-tile, hingga big slab, Eco Mortar menyediakan pilihan perekat yang dirancang untuk kebutuhan aplikasi yang berbeda.
Dengan pemilihan material dan teknik pemasangan yang tepat, risiko keramik kopong, terlepas, maupun popping dapat diminimalkan sehingga lantai dan dinding tetap kokoh serta rapi dalam jangka panjang.
Kaum urban ibu kota dengan ketertarikan dalam dekorasi, arsitektur, furnitur serta peralatan rumah tangga. Kadang punya kebiasaan bikin catatan atau compare produk biar gak salah pilih pas belanja 🙂





