Mengurangi Emisi Karbon melalui Energi Terbarukan Bersama HIJAU

Habiburachman

Habiburachman

Hijau

Penggunaan energi terbarukan dapat membantu perusahaan mengurangi emisi karbon dari konsumsi listrik dan sistem pendinginan. Melalui instalasi PLTS, Cooling as a Service, dan skema zero CAPEX, HIJAU membantu sektor industri dan komersial menjalankan transisi energi dengan dampak yang dapat diukur.

Sejumlah proyek HIJAU telah menghasilkan pengurangan emisi dalam skala besar, mulai dari 3.000 ton hingga lebih dari 171.000 ton COâ‚‚. Dampak ini menunjukkan bahwa penerapan energi bersih bukan hanya bagian dari komitmen keberlanjutan, tetapi juga langkah nyata untuk mengurangi jejak karbon operasional perusahaan.

Dampak Pengurangan Emisi dari Proyek HIJAU

Dampak lingkungan dari setiap proyek HIJAU dihitung berdasarkan kapasitas sistem, produksi energi bersih, dan pengurangan penggunaan listrik dari sumber energi konvensional.

Beberapa proyek yang telah dijalankan meliputi:

PerusahaanImplementasiDampak Pengurangan Emisi
PT Dharma Polimetal TbkSolusi energi suryaHingga 3.000 ton COâ‚‚ per tahun
PT Long Rich IndonesiaImplementasi energi terbarukanHingga 45.551 ton COâ‚‚
PT HLI Green PowerPLTS atap dan kanopi 7.144 kWpHingga 171.044 ton COâ‚‚

Pada proyek PT Dharma Polimetal Tbk, pengurangan emisi sekitar 3.000 ton COâ‚‚ per tahun diperkirakan setara dengan penanaman hampir 4.800 pohon atau pengurangan emisi dari sekitar 1.400 kendaraan.

Sementara itu, proyek PT Long Rich Indonesia menghasilkan estimasi pengurangan emisi sebesar 45.551 ton COâ‚‚, setara dengan sekitar 121.469 pohon.

Advertisements

Angka tersebut memperlihatkan besarnya dampak yang dapat dihasilkan ketika kebutuhan energi industri mulai dialihkan ke sumber yang lebih bersih.

PLTS untuk Menurunkan Jejak Karbon Perusahaan

Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS membantu perusahaan menghasilkan listrik dari energi matahari dan mengurangi ketergantungan terhadap listrik berbasis bahan bakar fosil.

Pada fasilitas industri dan komersial, panel surya dapat dipasang pada:

  • Atap pabrik
  • Atap gudang
  • Gedung operasional
  • Area parkir dan kanopi
  • Ruang terbuka yang memenuhi persyaratan teknis

Energi yang dihasilkan dapat digunakan langsung untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan. Semakin besar kebutuhan listrik yang dapat dipenuhi dari PLTS, semakin besar pula potensi pengurangan emisi karbonnya.

Salah satu implementasi berskala besar dilakukan bersama PT HLI Green Power. HIJAU memasang sistem PLTS atap dan kanopi dengan kapasitas 7.144 kWp yang menghasilkan estimasi pengurangan emisi hingga 171.044 ton COâ‚‚.

Implementasi Energi Terbarukan di Berbagai Industri

Solusi HIJAU telah diterapkan pada perusahaan dari berbagai sektor, termasuk manufaktur, farmasi, tekstil, serta makanan dan minuman.

Advertisements

PT Combiphar bekerja sama dengan HIJAU dalam instalasi PLTS atap sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap transisi energi bersih.

PT CJ Feed and Care juga mempercayakan implementasi PLTS kepada HIJAU di empat wilayah operasional, yaitu Lampung, Serang, Semarang, dan Jombang.

Penerapan di beberapa lokasi memungkinkan perusahaan mengurangi emisi tidak hanya pada satu fasilitas, tetapi pada jaringan operasional yang lebih luas.

Emisi Karbon Tidak Hanya Berasal dari Listrik

Pada banyak fasilitas industri dan komersial, konsumsi energi tidak hanya berasal dari mesin produksi. Sistem pendinginan juga dapat menyumbang penggunaan listrik dalam jumlah besar.

Chiller atau sistem pendingin yang sudah tidak efisien membutuhkan energi lebih tinggi untuk menghasilkan tingkat pendinginan yang sama. Kondisi tersebut meningkatkan biaya operasional sekaligus memperbesar emisi tidak langsung dari konsumsi listrik.

Melalui Cooling as a Service, HIJAU menyediakan sistem pendinginan yang lebih efisien tanpa mengharuskan perusahaan membeli seluruh peralatan sejak awal.

Advertisements

Pendekatan ini membantu perusahaan:

  • Mengurangi konsumsi listrik sistem pendinginan
  • Menjaga performa pendinginan tetap stabil
  • Mengurangi emisi karbon tidak langsung
  • Menekan risiko kerusakan peralatan
  • Mengelola biaya operasional secara lebih terukur

Transisi Energi Tanpa Investasi Awal Besar

Biaya investasi sering menjadi kendala utama bagi perusahaan yang ingin beralih ke energi terbarukan.

HIJAU menggunakan model zero CAPEX agar perusahaan dapat mengimplementasikan PLTS atau sistem pendinginan efisien tanpa belanja modal besar pada tahap awal.

Dengan model ini, biaya pengadaan, instalasi, dan pengelolaan sistem dapat disesuaikan melalui skema layanan yang telah disepakati.

Zero CAPEX membantu perusahaan mempercepat transisi energi sekaligus menjaga alokasi modal untuk kebutuhan bisnis utama.

Apa Kontribusi Solusi HIJAU terhadap Net Zero Emission?

Solusi HIJAU membantu perusahaan mengurangi emisi dari konsumsi energi operasional. Kontribusi tersebut berasal dari penggantian sebagian listrik konvensional dengan energi surya serta peningkatan efisiensi sistem pendinginan.

Advertisements

Langkah ini dapat mendukung:

  • Target pengurangan emisi perusahaan
  • Strategi environmental, social, and governance atau ESG
  • Pelaporan keberlanjutan
  • Efisiensi penggunaan energi
  • Target Net Zero Emission Indonesia 2060

Bagi perusahaan, pengurangan emisi juga dapat memperkuat kesiapan menghadapi tuntutan regulasi, standar rantai pasok, dan kebutuhan pelanggan yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Dari Komitmen Menjadi Dampak yang Terukur

Transisi energi membutuhkan lebih dari sekadar target atau pernyataan komitmen. Perusahaan perlu mengetahui berapa banyak energi bersih yang dihasilkan, berapa besar konsumsi listrik yang berkurang, dan berapa ton emisi karbon yang berhasil dihindari.

HIJAU menghubungkan implementasi teknologi dengan dampak lingkungan yang terukur. Melalui PLTS, Cooling as a Service, dan model zero CAPEX, perusahaan dapat memulai pengurangan emisi tanpa mengganggu kebutuhan operasional maupun arus investasi utama.

Dengan semakin banyak perusahaan menggunakan energi terbarukan, sektor industri dan komersial dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap masa depan energi Indonesia yang rendah karbon.

Tags:

Share:

Related Post